KETIKA
Ketika insan telah bertumpuk harta
Ketika semua menjadi alat tuk kesombongan
Ketika jabatan buat terlena dalam kemunafikan
Ketika merasa semua itu miliknya
Tak ingat si empunya sebenarnya
Tak ingat ada lahan tuk cetak kebaikan
Tak ingat ada sekumpulan manusia yang membutuhkan
Tak ingat kelak semua kembali kepada si Empunya
Bermegah-megak tak terpikir keruntuhan
Bergaya foya tak terpikir kemiskinan
Lupa diri tak tengok sesama
Berpamerria tanpa sadar semua hanya titipan.
Ketika semua sudah saatnya
Saat diruntuhkan
Saat tak ada waktu
Saat sendirian
Saat semua diambil oleh Sang Pencipta
Apa hendak dikata
Tinggal puing-puing berserakan
Hanya rintihan dan tangisan
Serta pencarian kambing hitam
Semoga...
Kita semua tersadar sebelum semua menjadi ketentuan Sang Empunya hidup
Aamiin YRA
Komentar
Posting Komentar